Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Hadapi Pemilu 2024, KNPI Kokop Gembleng Pemuda dengan Pendidikan Politik
Forum peserta Pendidikan Politik yang diselenggarakan KNPI Kokop, Bangkalan. /dok/ist

Hadapi Pemilu 2024, KNPI Kokop Gembleng Pemuda dengan Pendidikan Politik

Berita Baru Madura, Bangkalan – Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kecamatan Kokop, Bangkalan menggelar Pendidikan Politik yang mengusung tema Urgensi Peran Pemuda dalam Partisipasi Politik Menuju Pemilu Demokratis 2024, di Aula Disnaker Kabupaten Bangkalan.

Kegiatan tersebut dilaksanakan mulai tanggal 22 hingga 23 Oktober 2022 dengan rangkaian acara materi-materi penopang wawasan politik.

Ahmad Soleh, Ketua Pelaksana menyampaikan acara tersebut diikuti 31 peserta yang berasal dari berbagai daerah di Kabupaten Bangkalan.

“Ada 31 Peserta baik Pribumi Kokop dan ada yang dari kecamatan lain bahkan dari kabupaten luar Bangkalan” tuturnya.

Menurutnya, memberikan wawasan politik dan penyadaran kepada pemuda sangat penting melihat kedepan akan menghadapi kontestasi politik.

“Acara ini bertujuan memberikan wawasan dan penyadaran politik terhadap pemuda untuk kedepan dapat berperan dalam kontestasi politik mendatang” kata Soleh biasa dipanggil.

Sementara itu Muhammad Kholilurrohman, Ketua KNPI Kecakatan Kokop mengatakan bahwa masih banyak pemuda yang belum melek politik. Sehingga dirinya melakukan kegiatan Pendidikan Politik itu.

“Tidak sedikit pemuda yang masih fobia akan politik, memaknai politik layaknya yang mereka lihat dan enggan untuk melihat politik secara dekat dan bijak,” katanya.

Pria yang kerap disapa Kholil itu juga menjelaskan tidak salah manakala praktek mony politik tetap lestari dan mengakar diakibatkan wawasan politik masyarakat yang rendah.

“Sudah menjadi rahasia umum terkait permainan mony politik. Ini tidak sepenuhnya salah politisi. Dibalik itu masyarakat secara umum dan pemuda turut harus disalahkan lantaran menerima praktek kotor ini bahkan sangat mengakat sampai saat ini,” jelasnya.

Bahkan, lanjut dia, tidak sedikit masyarakat yang berpatokan pilihan politik pada seberapa besar uang diberikan. “Mirisnya ada ungkapan masyarakat, mana yang memberi uang dia yang dipilih,” tutur Kholil.

Ia menambahkan kondisi itu sangat disayangkan dan berharap dimulai dari pemuda untuk berwawasan politik serta dapat memotong kebobrokan generasi dalam konteks politik.

“Pemuda harus unjuk gigi. Suarakan dan tegakkan politik baik dan bersih untuk mewujudkan pemimpin yang secara kapasitas dan kapabilitas memang mempuni sebagai jembatan baldatun thayyibah wa rabbul ghafur,” tegasnya.