Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Usulan Gelar Pahlawan Nasional, Dzurriyah Syaikhona Kholil Berikan Penjelasan Begini
R Abdul Latif Amin Imron Dzurriyah Syaikhona Kholil Bangkalan, saat menghadiri acara seminar nasional yang diadakan Fraksi Partai Nasdem DPR RI di Gedung Nusantara V MPR RI, Jakarta. (Foto: Istimewa)

Usulan Gelar Pahlawan Nasional, Dzurriyah Syaikhona Kholil Berikan Penjelasan Begini

Berita Baru Madura, Bangkalan – Bupati Bangkalan R Abdul Latif Amin Imron menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang turut berjuang dan mendukung pengusulan Syaikhona Kholil menjadi pahlawan nasional.

Hal itu diungkapkan Ra Latif saat memberikan sambutan selaku Bupati Bangkalan dan mewakili Dzurriyah Syaikhona Kholil Bangkalan di acara seminar nasional yang diadakan Fraksi Partai Nasdem DPR RI di Gedung Nusantara V MPR RI, Jakarta, Kamis (14/10/21).

“Seminar ini merupakan bentuk penghargaan kepada kami Dzurriyah Syaikhona Kholil dan penghargaan kepada warga Madura secara umum,” kata Bupati.

Ra latif menyadari, jika dalam proses pengusulan gelar kepahlawanan Syaikhona kholil Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan perlu berkolaborasi dengan semua pihak.

Menurut Ra Latif, sejumlah literatur dan jurnal membuktikan bahwa Syaikhona Kholil tampil sebagai sosok yang disegani dan diwaspadai kaum imperialis. Terutama saat mereka berupaya menancapkan kekuasaannya di tanah air.

Atas dasar itu, sangat tepat jika Syaikhona Kholil dianugerahi gelar pahlawan nasional. Terlebih, tiga muridnya lebih dulu dianugerahi gelar tersebut. Yakni, Hadratus Syaikh KH Hasyim Asy’ari (Ponpes Tebuireng, Jombang), KH Wahab Hasbullah (pendiri Pondok Pesantren Tambak Beras, Jombang), dan KH As’ad Syamsul Arifin (Ponpes Sukorejo, Situbondo).

Bupati Ra Latif menerangkan beberapa alasan sederhana mengapa Syaikhona Muhammad Kholil diusulkan menjadi pahlawan nasional diantaranya, karena dia menjadi penentu lahirnya jam’iyah Nahdlatul Ulama (NU). Kemudian, menjadi embrio lahirnya pergerakan nasional dan nasionalisme di kalangan pesantren.

Pemkab juga telah membentuk tim pengusung dan Tim Peneliti Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD) Bangkalan yang telah menginisiasi dan bersusah payah merealisasikan gagasan hebat untuk mewujudkan Syaikhona Muhammad Kholil menjadi pahlawan nasional.

“Kami yakin beliau memang tidak membutuhkan gelar tersebut, tetapi kita berkewajiban untuk memberikan penghargaan kepada beliau,” imbuhnya.