Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Berita Baru Madura
Khofifah mengatakan, untuk jamaah shalat ied di masjid harus membawa kantong tempat alas kaki dan tidak diperbolehkan meninggalkan alas kaki di halaman mesjid. (Foto: Dok. Berita Baru Jatim)

Soal Pelaksanaan Shalat Idul Fitri 1442 H Dimasa Covid-19, Khofifah: 30 Menit Selesai Tanpa Jabat Tangan

hari jadi kota sampang

Berita Baru, Surabaya – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memberi izin pelaksanaan shalat Idul Fitri namun berbasis zona mikro.

Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro sesuai yang dilaksanakan.

Gubernur Khofifah mengatakan 8.501 Desa dan Kelurahan dan satu desa di Banyuwangi statusnya zona merah.

“Jadi hanya di Desa itu, masyarakat di harapkan sholat Id di rumah. Diluar dari desa itu boleh diatur oleh Satgas Covid masing masing RT, RW dan desa atau kelurahan,” ungkap Khofifah.

Diluar zona merah, Khofifah masih memberi kelonggaran melaksanakan shalat Id di Mesjid atau di lapangan.

“Kalau Zona Orange maksimal 15 persen, zona Kuning sesuai Surat Edaran Kemenag maksimal 50 persen dan semuanya jaga protokol kesehatan yang ketat,” jelas Khofifah.

Selama pelaksanaan Sholat Id, diharapkan Imam membaca surah surah pendek, bahkan spesifik dianjurkan untuk membaca surah Al Ikhlas dan surah Al Kafirun. Lalu Khutbah dicukupkan 7-10 menit saja.

“Total kegiatan Sholat Id diharapkan 30 menit selesai, tanpa ada jabat tangan,” tegasnya.

Khofifah juga menambahkan, untuk jamaah shalat id di masjid harus membawa kantong tempat alas kaki dan tidak diperbolehkan meninggalkan alas kaki di halaman mesjid.

“Kalau itu terjadi, selesai shalat mereka akan berkerumun mencari sandal masing-masing,” jelasnya.

Penerapan protokol kesehatan, Khofifah mengatakan mengajak panitia Masjid Jami’ dan Masjid Agung dapat mengikuti format yang diterapkan Masjid Al Akbar Surabaya.

“Sudah ada tutorial secara detail, jamaah mendaftarkan, kemudian mendapatkan Id Card. Karena takutnya nanti tidak terinformasi. Mereka datang ramai-ramai akhirnya bisa melebihi presentase yang menjadi syarat,” tuturnya.

“Ini semua demi menjaga kebaikan dan perlindungan diri kita, seluruh jamaah dan keluarga,” tandasnya.