Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Peneliti Universitas Stanford Temukan Teknologi yang Bantu Orang Lumpuh Menulis dengan Pikiran
Teknologi Implan Otak Bantu Orang Lumpuh Menulis dengan Pikiran. (Foto: Doc. Ubergizmo)

Peneliti Universitas Stanford Temukan Teknologi yang Bantu Orang Lumpuh Menulis dengan Pikiran

Berita Baru Madura, Teknologi – Para peneliti dari Universitas Stanford Amerika Serikat megklaim bahwa mereka telah menemukan sistem yang dapat merubah gerakan tulis tangan yang berasal dari aktivitas otak menjadi teks yang tersedia di layar.

Dengan teknologi implant otak yang dikembangkan tersebut para peneliti berharap dapat membantu orang-orang dengan kelumpuhan berkomunikasi dengan orang lain dengan lebih baik.

Para peneliti menyadari, ide menggunakan implan otak untuk membantu mereka yang lumpuh melakukan hal-hal tertentu memang bukanlah hal baru, tetapi kenyataannya selama ini tidak selalu berjalan sesuai dengan konsepnya.

Misalnya, ada implan dan teknologi pelacakan mata yang memungkinkan mereka yang lumpuh untuk berkomunikasi dengan orang lain, tetapi biasanya prosesnya agak lambat.

Dilansir dari Ubergizmo, para peneliti mengklaim bahwa sistem yang mereka kembangkan dapat menerjemahkan pikiran dengan lebih baik yang berpotensi menyaingi kecepatan SMS orang dewasa yang berbadan sehat.

“Berdasarkan hasil penelitian, subjek berhasil mencapai kecepatan “menulis” 18 kata per menit dengan akurasi 94,1%,” menurut laporan penelitian tersebut, dikutip Berita Baru, Jumat (14/5/21).

“Sebagai gambaran, rata-rata orang dewasa dapat mengirim teks dengan kecepatan 23 kata per menit di ponsel cerdas, jadi dengan 18 kata per menit, sebenarnya tidak terlalu buruk,” ungkapnya.

Dalam penelitian tersebut, mereka meminta subjek mereka untuk membayangkan bahwa dia menulis secara normal dengan pena di selembar kertas, dan aktivitas dari pikirannya kemudian ditranskripsikan dengan algoritma yang menerjemahkan gerakan tangan dan jarinya.

Saat ini para peneliti sedang melakukan lebih banyak uji coba untuk menguji keefektifan dan juga keamanan sistem mereka.