Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Mabes Polri Benarkan Ledakan di Asrama Polisi Sukoharjo, Begini Kronologinya
Suasana Asrama Polisi Sukoharjo usai terjadi ledakan. Foto/detikjateng

Mabes Polri Benarkan Ledakan di Asrama Polisi Sukoharjo, Begini Kronologinya

Berita Baru, Jakarta – Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol. Dedi Prasetyo membenarkan terjadinya peristiwa ledakan di asrama polisi, Grogol Indah, Sukoharjo, Jawa Tengah, Minggu (25/9), pada pukul 18.20 WIB

Terdapat satu korban dalam kejadian ini, yakni Bripka Dirgantara Pradipta (35), anggota Polresta Surakarta. Ledakan tersebut diduga berasal dari paket berupa kardus berwarna coklat.

Benar telah terjadi ledakan,” kata Dedi kepada wartawan via pesan instans, sebagaimana dikutip dari Antara.

Menurutnya, Polri sedang mengerahkan tim gabungan dari Polda Jawa Tengah, Polresta Solo dan dibantu Satgaswil Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror untuk mengusut penyebab ledakan. “Sedang proses pendalaman tim gabungan,” ujar Dedi.

Kronologi sementara yang diperoleh Mabes Polri bahwa saksi di tempat kejadian sedang berada di dalam rumah tiba-tiba mendengar suara ledakan yang mengakibatkan jendela bergetar.

Kemudian saksi dan para tetangga asrama keluar langsung melihat ke depan rumah melihat korban dalam keadaan berlumuran darah, selanjutnya korban ditolong oleh warga dibawa ke RS Indriyati Solo selanjutnya dirujuk ke RS Muwardi Surakarta.

Hingga saat ini Mabes Polri terus berkoordinasi dengan tim gabungan untuk mendapatkan perkembangan informasi penanganan pasca ledakan di Asrama Polisi Sukoharjo tersebut. “Mohon bersabar, kita tunggu bersama perkembangannya,” tutup Dedi.

Terpisah, Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol. Ahmad Luthfi melalui rekaman preskon yang dibagikan kepada wartawan Mabes Polri, menyebutkan ledakan terjadi di pekarangan kosong sebelah rumah anggota Brimob.

Ia memastikan, ledakan bukan berasal dari aksi teror. Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) oleh Jibom, di lokasi ditemukan bubuk hitam yang diduga bahan untuk petasan.

“Artinya saya pastikan bahwa ledakan di wilayah kami di daerah Sukoharjo tidak ada unsur teror hanya kelalaian anggota yang menyebabkan bahan itu meledak,” kata Luthfi.

Di TKP petugas penjinak bom (Jibom) menemukan dua kantong plastik ukuran 1 ons, empat bungkus plastik kosong dan sisa residu, kemudian terdapat sumbu petasan.

Berdasarkan hasil pengembangan sementara bahwa paket berisi bahan petasan itu datang dari Indramayu yang dipesan tanggal 22 April 2021 oleh CV Mandiri Sujono Indramayu dikirim kepada penerima berinisial A di Klaten.

Pihak pengirim CV Mandiri Sujono telah diamankan di Polres Indramayu, begitu juga pihak penerima diamankan di Polresta Surakarta untuk mendalami kejadian ledakan.

Luthfi membenarkan, anggota yang menjadi korban ledakan tersebut pernah melakukan razia terkait paket pesanan daring bernama bubuk hitam yang diduga petasan . Oleh CV Mandiri Sujono disebut sebagai bahan untuk mengusir tikus di wilayah Klaten.

Meski ada indikasi kelalaian anggota, Luthfi menegaskan pihaknya masih melakukan pendalaman dengan memeriksa anggota yang menjadi korban ledakan.

Namun karena kondisinya sedang sakit akibat ledakan tersebut, pemeriksaan bakal dilakukan setelah pulih. Tetapi pemeriksaan dilakukan terhadap anggota uang lainnya, dan membenarkan pernah ada operasi COD pengiriman bahan bubuk hitam untuk bahan petasan pada hari sesuai jadwal pengiriman.

“Nanti penyidikan lengkap besok akan dirilis secara intensif, baik dari inafis, labfor, kiranya masyarakat tidak usah resah tidak ada teror sama sekali,” kata Luthfi.