Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Antisipasi Gejolak, Masyarakat Harap Pilkades Serentak 2021 di Sampang Tidak Ditunda
Abdul Hamid, salah satu bakal calon Kepala Desa Bira Tengah, Sokobanah, Sampang, Madura. (Foto: Dok. Pribadi)

Antisipasi Gejolak, Masyarakat Harap Pilkades Serentak 2021 di Sampang Tidak Ditunda

Berita Baru Madura, Sampang – Rencana Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak 2021 di Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur masih belum menemukan kejelasan.

Rencana awal pelaksanaan Pilkades Serentak di Sampang ini akan dilaksanakan pada bulan Desember 2021 mendatang. Namun, perencanaan itu dikabarkan akan dilaksanakan pada tahun 2025 mendatang.

Menanggapi hal itu, Abdul Hamid salah seorang bakal calon Kepala Desa Bira Tengah, Kecamatan Sokobanah, berharap pelaksanaan Pilkades Serentak 2021di Sampang tidak ditunda.

“Pertama, saya pribadi Pilkades serentak ini mengharap tidak ditunda mengingat di Kabupaten yag lain tidak ditunda,” kata Hamid kepada Berita Baru Madura, Jumat, (2/4/21).

Hamid menjelaskan terkait kabar penundaan Pilkades tersebut, menimbulkan gejolak sehingga masyarakat sudah mulai ramai membicarakan artinya mulai tidak kondusif.

“Masyarakat sudah mulai ramai, artinya sudah mulai tidak kondusif. Ada yang mengajak demo jika Pilkades ini ditunda,” jelas Hamid, saat dihubungi via WhatsApp.

“Padahal, ini masih isu apalagi nanti diputuskan ditunda, pasti akan menimbulkan hal-hal yang tidak dinginkan,” timpalnya.

Selain itu, Hamid berharap pada masyarakat agar tenang dulu menunggu keputusan Bupati Sampang. Karena Bupati, kata Hamid, selalu mengedapankan musyawarah dengan tokoh Agama dan Bupati memang sangat dekat dengan para ulama.

“Saya yakin Bupati Sampang bijak dalam memutuskannya. Beliau berpengalaman, berani, tegas, dan punya kredibelitas yang tinggi utamanya dimata ulama dan masyarakat, tegasnya.

Dilansir dari Salsabila, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sampang, Chalilurrachman menegaskan saat ini pihaknya masih melakukan kajian terhadap Peraturan Bupati terkait pelaksanaan Pilkades di Sampang.

“Perbup itu kalau sudah selesai pasti akan disosialisasikan, tidak mungkin perbub yang jadi itu tertutup pasti kita akan sampaikan kepada masyarakat, atau pun di wilayah kecamatan pada saatnya kita lakukan sosialisasi,” pungkasnya.